Perjalanan menuju Tanah Suci merupakan perjalanan istimewa bagi setiap Muslim. Bukan hanya perjalanan dari satu tempat ke tempat lain, tetapi juga perjalanan untuk memenuhi panggilan Allah SWT dan menjalankan ibadah di tempat yang penuh keberkahan.
Sebelum memulai perjalanan umrah, jamaah dianjurkan untuk mempersiapkan berbagai hal, mulai dari dokumen, kesehatan, perlengkapan, hingga kesiapan hati dan doa.
Salah satu doa yang dianjurkan ketika melakukan perjalanan adalah doa safar.
Lantas, bagaimana bacaan doa safar untuk perjalanan umrah? Kapan doa tersebut dibaca dan apa artinya?
Apa Itu Doa Safar?
Doa safar adalah doa yang dianjurkan untuk dibaca ketika seseorang melakukan perjalanan.
Doa ini berisi permohonan kepada Allah SWT agar perjalanan diberikan kemudahan, keselamatan, dan perlindungan. Di dalamnya juga terdapat pengakuan bahwa perjalanan dan kemampuan menempuhnya merupakan nikmat serta pertolongan dari Allah SWT.
Bagi jamaah umrah, doa safar dapat menjadi salah satu bentuk ikhtiar sebelum memulai perjalanan menuju Tanah Suci.
Bacaan Doa Safar
Berikut bacaan doa safar yang bersumber dari hadis Nabi Muhammad SAW:
Arab
اللَّهُ أَكْبَرُ، اللَّهُ أَكْبَرُ، اللَّهُ أَكْبَرُ، سُبْحَانَ الَّذِي سَخَّرَ لَنَا هَذَا وَمَا كُنَّا لَهُ مُقْرِنِينَ وَإِنَّا إِلَىٰ رَبِّنَا لَمُنقَلِبُونَ
اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ فِي سَفَرِنَا هَذَا الْبِرَّ وَالتَّقْوَىٰ، وَمِنَ الْعَمَلِ مَا تَرْضَىٰ، اللَّهُمَّ هَوِّنْ عَلَيْنَا سَفَرَنَا هَذَا، وَاطْوِ عَنَّا بُعْدَهُ، اللَّهُمَّ أَنْتَ الصَّاحِبُ فِي السَّفَرِ، وَالْخَلِيفَةُ فِي الْأَهْلِ، اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ وَعْثَاءِ السَّفَرِ، وَكَآبَةِ الْمَنْظَرِ، وَسُوءِ الْمُنْقَلَبِ فِي الْمَالِ وَالْأَهْلِ
Latin
Allahu akbar, Allahu akbar, Allahu akbar. Subhaanalladzi sakhkhara lanaa haadzaa wa maa kunnaa lahu muqriniin. Wa innaa ilaa rabbinaa lamunqalibuun.
Allahumma innaa nas’aluka fii safarinaa haadzaal birra wat-taqwaa, wa minal ‘amali maa tardhaa. Allahumma hawwin ‘alainaa safaranaa haadzaa, wathwi ‘annaa bu’dah. Allahumma antash-shaahibu fis-safari, wal-khaliifatu fil-ahli. Allahumma innii a’udzu bika min wa’tsaa-is-safari, wa ka’aabatil-manzhari, wa suu-il-munqalabi fil-maali wal-ahli.
Artinya
“Allah Mahabesar, Allah Mahabesar, Allah Mahabesar. Mahasuci Allah yang telah menundukkan kendaraan ini untuk kami, padahal kami sebelumnya tidak mampu menguasainya. Dan sesungguhnya kami akan kembali kepada Tuhan kami.”
“Ya Allah, sesungguhnya kami memohon kepada-Mu kebaikan dan ketakwaan dalam perjalanan kami ini, serta amal yang Engkau ridhai. Ya Allah, mudahkanlah perjalanan kami ini dan dekatkanlah jaraknya bagi kami. Ya Allah, Engkaulah teman dalam perjalanan dan penjaga keluarga yang kami tinggalkan. Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kesulitan perjalanan, pemandangan yang menyedihkan, serta kepulangan yang buruk dalam harta dan keluarga.”
Kapan Doa Safar Dibaca?
Doa safar dibaca ketika seseorang hendak melakukan perjalanan.
Bagi jamaah umrah, doa ini dapat dibaca ketika perjalanan menuju Tanah Suci dimulai, misalnya saat menaiki kendaraan untuk menuju bandara atau ketika perjalanan menggunakan pesawat.
Jamaah juga dapat memperbanyak doa dan dzikir selama perjalanan sesuai kemampuan.
KYang terpenting adalah menghadirkan hati dan memahami bahwa keselamatan serta kelancaran perjalanan merupakan pertolongan dari Allah SWT.

Doa Ketika Naik Kendaraan
Sebelum membaca doa safar, terdapat doa ketika menaiki kendaraan yang juga dianjurkan.
Bacaan tersebut diawali dengan:
بِسْمِ اللَّهِ، الْحَمْدُ لِلَّهِ
Bismillaah, alhamdulillaah.
Kemudian membaca:
سُبْحَانَ الَّذِي سَخَّرَ لَنَا هَذَا وَمَا كُنَّا لَهُ مُقْرِنِينَ وَإِنَّا إِلَىٰ رَبِّنَا لَمُنقَلِبُونَ
Subhaanalladzi sakhkhara lanaa haadzaa wa maa kunnaa lahu muqriniin. Wa innaa ilaa rabbinaa lamunqalibuun.
Artinya:
“Mahasuci Allah yang telah menundukkan kendaraan ini untuk kami, padahal kami sebelumnya tidak mampu menguasainya. Dan sesungguhnya kami akan kembali kepada Tuhan kami.”
Bacaan ini mengingatkan jamaah bahwa kemampuan untuk melakukan perjalanan merupakan nikmat dari Allah SWT.
Doa untuk Keluarga yang Ditinggalkan
Perjalanan umrah terkadang membuat jamaah harus meninggalkan keluarga, anak, orang tua, atau orang-orang yang dicintai untuk sementara waktu.
Karena itu, selain memohon keselamatan dalam perjalanan, jamaah juga dapat berdoa agar Allah SWT memberikan perlindungan kepada keluarga yang ditinggalkan.
Salah satu doa yang diajarkan dalam sunnah ketika seseorang bepergian adalah:
أَسْتَوْدِعُكَ اللَّهَ الَّذِي لَا تَضِيعُ وَدَائِعُهُ
Astaudi’ukallaahalladzii laa tadhii’u wadaa-i’uh.
Artinya:
“Aku menitipkanmu kepada Allah yang tidak akan menyia-nyiakan titipan-Nya.”
Doa ini dapat menjadi ungkapan kasih sayang sekaligus bentuk tawakal kepada Allah SWT ketika meninggalkan keluarga.
Adab Perjalanan Umrah yang Sebaiknya Dipersiapkan
Selain menghafalkan doa safar, ada beberapa adab dan persiapan yang dapat dilakukan sebelum berangkat umrah.
1. Meluruskan Niat
Pastikan perjalanan umrah dilakukan dengan niat beribadah kepada Allah SWT dan bukan semata-mata untuk tujuan duniawi.
2. Memohon Kemudahan kepada Allah
Sebelum berangkat, perbanyak doa agar perjalanan diberikan kemudahan, kesehatan, keselamatan, dan keberkahan.
3. Menyelesaikan Urusan dengan Keluarga
Selesaikan berbagai keperluan keluarga sebelum keberangkatan. Sampaikan juga informasi penting kepada keluarga selama berada di Tanah Suci.
4. Mempersiapkan Kondisi Kesehatan
Perjalanan umrah membutuhkan kondisi fisik yang baik. Jamaah sebaiknya melakukan persiapan kesehatan dan mengikuti pemeriksaan yang diperlukan sebelum keberangkatan.
5. Mempelajari Manasik Umrah
Jangan hanya mempersiapkan koper dan dokumen. Pelajari juga tata cara umrah agar dapat menjalankan setiap rangkaian ibadah dengan baik.
6. Memperbanyak Dzikir dan Doa
Perjalanan menuju Tanah Suci dapat menjadi kesempatan untuk memperbanyak dzikir, membaca Al-Qur’an, bershalawat, dan berdoa.

Jangan Hanya Menghafal Doa, Pahami Maknanya
Doa bukan sekadar rangkaian kalimat yang diucapkan.
Ketika membaca doa safar, jamaah sedang memohon kepada Allah agar perjalanan diberikan kebaikan, ketakwaan, kemudahan, keselamatan, serta perlindungan bagi keluarga yang ditinggalkan.
Memahami arti doa dapat membantu jamaah menghadirkan hati ketika membacanya.
Perjalanan menuju Tanah Suci pun dapat menjadi perjalanan yang lebih bermakna karena setiap langkah diiringi dengan doa dan tawakal.
FAQ Seputar Doa Safar Umrah
Apa doa yang dibaca sebelum berangkat umrah?
Jamaah dapat membaca doa safar ketika memulai perjalanan. Doa tersebut berisi permohonan kebaikan, ketakwaan, kemudahan, keselamatan, serta perlindungan selama perjalanan.
Kapan membaca doa safar untuk umrah?
Doa safar dibaca ketika memulai perjalanan. Jamaah dapat membacanya ketika mulai menaiki kendaraan dalam perjalanan menuju bandara maupun saat perjalanan menuju Tanah Suci.
Apakah doa safar wajib dibaca saat umrah?
Doa safar merupakan doa yang dianjurkan ketika melakukan perjalanan, bukan bagian dari rukun atau wajib umrah.
Tidak membaca doa safar tidak membatalkan ibadah umrah.
Apakah boleh membaca doa safar dalam bahasa Indonesia?
Untuk doa yang bersumber dari sunnah, jamaah dapat membaca lafaz yang diajarkan. Di luar bacaan tersebut, jamaah juga dapat berdoa menggunakan bahasa yang dipahami untuk memohon kebutuhan kepada Allah SWT.
Apa yang sebaiknya dilakukan selama perjalanan menuju Tanah Suci?
Jamaah dapat memperbanyak dzikir, membaca Al-Qur’an, bershalawat, berdoa, serta menjaga sikap dan ucapan selama perjalanan.
Kesimpulan
Doa safar umrah merupakan salah satu doa yang dapat diamalkan jamaah ketika memulai perjalanan menuju Tanah Suci.
Di dalamnya terdapat permohonan kepada Allah SWT agar perjalanan diberikan kebaikan, ketakwaan, kemudahan, keselamatan, serta perlindungan bagi keluarga yang ditinggalkan.
Namun, persiapan umrah tidak berhenti pada doa. Jamaah juga perlu mempersiapkan kesehatan, dokumen, perlengkapan, ilmu manasik, dan kesiapan mental agar perjalanan ibadah dapat dijalani dengan lebih baik.
Semoga Allah SWT memberikan kemudahan bagi setiap Muslim yang sedang mempersiapkan diri untuk memenuhi panggilan-Nya ke Tanah Suci.
Pesan Utama
“Dan berbekallah, sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa.”
(QS. Al-Baqarah: 197)
Bekali perjalanan dengan persiapan yang baik, ilmu yang cukup, doa yang tulus, dan tawakal kepada Allah SWT.
Siapkan Perjalanan Umrah Bersama Cahaya Madinah
Perjalanan menuju Tanah Suci membutuhkan persiapan yang menyeluruh. Bukan hanya tiket dan koper, tetapi juga kesiapan ibadah dan kesehatan jamaah.
Cahaya Madinah hadir dengan konsep “UMRAH SEHAT”, memberikan pendampingan kepada jamaah mulai dari persiapan hingga perjalanan ibadah.
Mulai dari bimbingan ibadah profesional dan bersertifikat, manasik, pendampingan kesehatan, medical check-up, hingga berbagai kebutuhan perjalanan umrah, persiapkan perjalananmu bersama tim yang siap mendampingi.
Umrah Bersama Cahaya Madinah.
Pilihan Tepat, Umrah pun Sehat.
